Ada teman saya yang tanya “kenapa lo segitu niatnya kalo nonton pertandingan sepakbola di TV yang bahkan jam tayangnya suka gak masuk akal di jam 3 pagi gitu misalnya?”

Lalu saya jawab “karena saya suka.” Dan kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan lanjutan lain dan kemudian pada akhirnya, “terus kenapa lo gak ikutan fans clubnya?” Yang kemudian saya jawab dengan “hehehe”.

Kenapa saya cuma ber-“hehehe”? Yah pertama-tama saya mau permisi dulu nih, bahwa semua yang akan saya tulis adalah pendapat pribadi saya. Kalian yang berbeda pendapat boleh-boleh saja, bebas. Tapi kalau dirasa beda pendapatnya bakal diikuti dengan emosi berlebihan ya monggo disudahi saja kegiatan membacanya sampai di kalimat ini saja ya.

Jadi, saya itu merasa KEBANYAKAN fans club sepakbola luar Indonesia yang ada di Indonesia itu berlebihan atau keluar dari pakem yang udah ada.

Misalnya nih, kadang logo fans club nya saja lebih besar daripada logo club sepakbolanya. Jadi sebenarnya mereka itu supporter nya fans club atau supporter club sepakbola?

Misal yang lain lagi adalah entah kenapa ya, mereka sering sekali berkumpul. Membuat semacam media gathering. Yang bahkan, bukan di hari pertandingan. Itu maknanya untuk apa? Ingin semacam eksis di dunia media gitu? Supaya dilihat banyak orang? Ya kenapa gak sekalian aja daftar jadi penonton acara musik yang suka muncul di TV itu? Diliput media juga kan. Bahkan jadwal tayangnya jelas, bisa sambil ngabarin tetangga kalau kalian muncul di TV dan jadi tenar deh.

Sepanjang yang saya tau, fans club sepakbola luar Indonesia yang ada di negaranya langsung, mereka juga suka berkumpul kok. Tapi ya hanya di hari pertandingan, matchday, before or after the match. Itupun murni demi  memberikan dukungan serta menularkan semangat bagi tim nya yang akan bertanding.

Yang lucu lagi, fans club sepakbola luar Indonesia yang ada di negara kita ini kalau mengadakan kegiatan nonton bareng pertandingan sepakbola itu lebih suka eksklusif. Ya, eksklusif. Jadi misalnya si Anu adalah sesama supporter tim sepakbola anu tapi si Anu bukan anggota fans club anu, ya jangan coba-coba ikutan kegiatan nonton bareng bersama mereka, meskipun si Anu mampu membayar fee masuk tempat kegiatan itu berlangsung, pasti dengan sukses ditolak.

Ya sekali lagi, ini menunjukkan bahwa fans club luar Indonesia disini itu bukan mendukung club sepakbolanya, tapi mendukung organisasi fans club nya.

Jadi buat yang membaca tulisan ini dan kalian dalam hati merasa melakukan hal-hal yang saya tulis tersebut diatas, ya, berubahlah, jangan berlebihan, yang normal-normal aja. Saya juga belum jadi pendukung tim sepakbola yang sempurna kok. Tapi seenggaknya saya tidak melakukan hal konyol seperti itu.

Sekali lagi, tulisan ini dibuat dalam pendapat pribadi saya. Kalau ada yang kurang berkenan, ya sah-sah saja.

Dan yang terakhir, be a good supporter. Support the football club, not the fans club organization.

Terimakasih SEJARAH

Jadi ceritanya, saya nemuin “Peta Nusantara dan Asia tenggara” yang sudah terbingkai, yang kalo diliat sekilas sih b aja(biasanya Otong Koil bilang biasa aja dengan b aja :p). Di bagian belakang bingkainya, ada tulisan kalo peta tsb dibuat pada tahun 1616 oleh De Haan. Walo ga mirip 100%, tetep aja takjub.

Pertanyaannya adalah; Dengan cara apa manusia di zaman itu bisa ‘memotret’ bentuk geografis di belahan bumi kita. Apa terbang dengan balon udara? apa terbang dengan pesawat terbang? apa terbang dengan burung raksasa mistis dst dst? well, saya pribadi sih masih belum nemuin jawabannya, ato mungkin ngga perlu ada jawabannya.

Dari sumber yang saya dapet dari internet, Balon udara panas adalah teknologi penerbangan pertama oleh manusia, ditemukan oleh Montgolfier bersaudara di Annonay, Perancis pada 1783. Penerbangan pertama dengan manusia diadakan pada 21 November 1783, di Paris oleh Pilâtre de Rozier dan Marquis d’Arlandes.

Sumber lain pun bilang kalo Pesawat terbang yang lebih berat dari balon udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910.

Kesimpulan dari sumber diatas dan segala kemungkinan yang ada, bentuk geografis di peta tsb dilukis/dipotret/diinget-inget :p oleh De Haan, terbang dengan menggunakan burung raksasa mistis.

CASE CLOSED.

Caption dibelakang bingkai.

Keren!

Sudah cantik di dinding saya.

Satu Pagi Di Istana Bogor

Kalo di Negeri Tiga Singa ada Buckingham Palace, Indonesia punya Istana Bogor, salah satu dari Istana Kepresidenan yang dimiliki Indonesia. Nah, beberapa waktu lalu, saya berkesempetan mengunjungi Istana Bogor. Seru, bisa liat detil dalemnya. Spesial!

Luas Taman sekitar 28Ha, waw!

Bangunan ini dibangun Belanda pada tahun 1908, sekarang dijadiin Aula mini buat menerima pengunjung.

Seluruh lukisan wanita bugil koleksi Bung Karno disimpen di ruangan ini. Banyak!

Saya lupa ruangan ini ada di sayap kiri/kanan main hall Istana, cuma yang jelas kalo sayap kiri untuk tamu negara setingkat Menteri, sedangkan sayap kanan untuk tamu negara setingkat Presiden. Semua nya masih asli, termasuk karpet yang dipasok langsung dari Persia.

Ini kamar tidur yang dulu dipake Mba tutut buat malem pertama nya 🙂

Di tempat tidur ini, Bung Karno menerima pengobatan akupuntur sampai menjelang beliau wafat.

Lukisan keren ini dihadiahi oleh Mantan Presiden Rusia (saya lupa namanya) kepada Bung Karno, dipajang di ruang kerja Bung Karno.

Meja Kerja Bung Karno, masih ditata persis seperti dulu. Mistis!

Ditempat inilah seorang Presiden bertemu dengan tamu negara.

Cermin Sejuta. Iya, namanya cermin sejuta, hadiah dari Raja Arab kalo saya tidak salah, keren, duplikat bayangan kita ga habis-habis. Oiya, ini sedikit dari koleksi Istana yang ngga dirampas Jepang.

Pemandangan kaya gini cuma bisa didapetin kalo kita berdiri tepat di pintu Istana. 🙂

Bentuk bangunannya nya memang seperti Istana 🙂

Satu dari sedikit patung perempuan bugil yang ngga ditutupi kain.

Main Office Istana Bogor, dihuni oleh “mahkluk” sejenis saya 🙂

Memang 90% Istana Bogor kental dengan Bung Karno, Presiden RI pertama. Bung Karno juga dikenal sebagai “pengagum perempuan’, itu kenapa banyak lukisan dan patung perempuan (bugil) menjadi koleksi Istana. Tergantung kita melihat dari sudut pandang mana sih, cuma kalo menurut saya, Bung Karno menganggap perempuan adalah seni yang indah 🙂

Oiya, sebenernya kegiatan poto-memoto dilarang di dalam Istana, cuma ya namanya kesempatan ngga dateng dua kali, gambar-gambar ini semua saya ambil colongan, walau umpet-umpetan dengan protokol Istana 🙂